InvestasiInvestasi Reksa DanaKeuangan

Penjelasan Lengkap 6 Jenis Investasi Reksa Dana

6 Jenis Investasi Reksa Dana

Jejak Sindo – Ada berbagai jenis investasi reksa dana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing calon investor.

Setiap jenis investasi reksa dana memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, jadi buatlah pilihan yang tepat. Berikut ini adalah jenis-jenis investasi dengan menggunakan reksa dana.

Berikut 6 Jenis Investasi Reksa Dana :

1. Reksa dana pasar uang ( Money Market Found )

jenis investasi Reksa dana  pasar uang adalah jenis investasi yang seluruh dananya akan diinvestasikan pada deposito, sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi. Reksa dana pasar uang memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun.

Reksa dana jenis ini juga relatif lebih aman, namun memiliki potensi keuntungan yang lebih kecil. Risikonya juga relatif rendah, Anda bisa memulai dengan modal kecil mulai dari Rp100.000, Anda dapat menariknya kapan saja dan tidak ada penalti atau diskon jika sudah jatuh tempo.

Waktu investasi yang fleksibel dengan jumlah pengembalian yang sama membuat reksa dana jenis ini cocok untuk investasi jangka pendek.

2. Dana Pendapatan Tetap ( Fixed Income Fund )

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang dana investasinya dialokasikan pada obligasi dengan tingkat bunga minimal 80%.

Return yang dihasilkan lebih besar dibandingkan reksa dana pasar uang yang biasanya mencapai 10% per tahun.

Karena dialokasikan untuk obligasi, reksa dana ini berfokus pada instrumen utang yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun dan selalu menerima pembayaran bunga/kupon dari penerbit.

Obligasi atau reksa dana pendapatan tetap hanyalah investasi yang terutama berfokus pada instrumen utang dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun.

Dalam praktiknya, bunga dari surat tersebut tidak dialihkan kepada investor, tetapi diinvestasikan kembali.

Hal ini kemudian meningkatkan nilai reksa dana investor sehingga harganya pun meningkat. Namun di sisi lain, ketika suku bunga dan inflasi turun, harga obligasi dan pasar uang akan naik, dan sebaliknya. Ada juga kemungkinan gagal bayar atau default oleh penerbit tagihan atau obligasi.

Baca Juga  Pengertian Manfaat Dan Resiko Investasi ! Pemula Wajib Tau

3. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Seperti namanya, reksa dana campuran berarti berinvestasi pada instrumen campuran seperti saham, obligasi, dan deposito berjangka.

Return yang dihasilkan dari reksa dana ini akan lebih besar dibandingkan dengan jenis lainnya, namun risikonya lebih tinggi karena berinvestasi di saham.

Reksa dana campuran cocok untuk investor pemula dan investor konservatif atau moderat.

4. Reksadana Saham (Equity Fund)

Pada reksa dana jenis ini, dana investasi akan ditempatkan pada saham minimal 80%, sisanya 20% akan didistribusikan di pasar uang.

Dengan demikian, Anda memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan reksa dana lainnya.

Namun seperti halnya investasi lainnya, risikonya juga relatif tinggi. Reksa dana saham juga tidak dapat ditarik sewaktu-waktu karena membutuhkan waktu sekitar 3-5 hari kerja sejak tanggal transaksi pembayaran.

Anda bisa mulai berinvestasi dengan modal kecil mulai dari Rp 10.000 dan bisa dibeli secara online dari beberapa situs e-commerce.

5. Reksa Dana Syariah

Berbagai bentuk investasi, termasuk investasi di reksa dana, seringkali dipandang halal atau haram. Untuk itu, tersedia produk alternatif berupa investasi pada Reksa Dana Syariah yang merupakan salah satu jenis reksa dana yang berbasis konsep syariah. Tentu saja, investasi berbasis syariah ini berbeda dengan reksa dana biasa.

Bagi Anda yang ingin memilih jenis reksa dana ini, sangat penting untuk menemukan reksa dana syariah yang tepat dan terbaik.

Ada beberapa jenis reksa dana syariah seperti reksa dana saham syariah, reksa dana pendapatan tetap syariah, reksa dana campuran syariah, dan reksa dana pasar uang syariah.

Cara berinvestasinya juga relatif sederhana, selain membeli langsung dari manajer investasi, Anda juga membeli melalui agen penjualan reksa dana (APERD), seperti melalui internet, seperti melalui marketplace atau e-commerce. .

Baca Juga  4 Tips Jitu Investasi Emas Antam Agar Untung

6. Reksa dana terstruktur

Selain reksa dana yang berinvestasi langsung pada surat berharga seperti saham dan obligasi, ada juga reksa dana yang diatur dengan struktur tertentu.

Berikut penjelasannya di bawah ini.

  • Reksa Dana Terproteksi (Capital Protected Fund)

Sistemnya hampir sama dengan reksa dana dengan pendapatan tetap, yaitu penempatan dana pada instrumen berikat.

Namun, reksa dana terproteksi memilih obligasi yang memberikan perlindungan nilai investasi pada saat jatuh tempo, bahkan hingga 100% dari nilai nominal investasi jika Anda menarik dana sesuai dengan jangka waktu yang disepakati.

Bedanya, sekali lagi, manajer investasi menggunakan strategi manajemen investasi pasif, yaitu membeli obligasi dan menahannya hingga jatuh tempo.

Jika emiten tidak wanprestasi, pemegang unit reksa dana terproteksi akan menerima pokok investasi.

  • Reksa dana dengan modal terjamin (Capital Guaranteed Fund)

Reksa dana jenis ini merupakan reksa dana yang menjamin nilai investasi awal investor. Jaminan atau penjaminan diberikan melalui perjanjian penjaminan dengan perusahaan asuransi.

Sejauh ini, belum ada manajer investasi yang menerbitkan produk reksa dana dengan jaminan tersebut.

Hal ini disebabkan beberapa kendala, salah satunya adalah mekanisme penjaminan dan profitabilitas akan berkurang karena biaya premi asuransi di bawah skema penjaminan ini.

  • Reksa Dana Indeks

Reksa Dana Indeks (RDI) mengalokasikan setidaknya 80% aset dalam indeks benchmark, yang disebut manajemen pasif.

Pengembalian investasi yang dihasilkan mirip dengan indeks acuan, baik indeks obligasi maupun indeks saham, yang dapat diperjualbelikan setiap saat setiap hari di bursa efek pasar modal.

Daftar isi Artikel

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button