Olahraga

8 Olahraga Tradisional Indonesia Yang Mulai Tergantikan

Olahraga Tradisional Indonesia

Jejak SindoOlahraga Tradisional Indonesia  – Sekarang banyak permainan dan olahraga tradisional telah digantikan oleh modernisasi. Akhirnya, banyak ahli waris bangsa bahkan tidak mengetahui warisan budaya negara.

Olahraga tradisional adalah semua olahraga yang diakui sebagai tradisi nenek moyang suatu suku, suku, atau kelompok budaya tertentu di Indonesia. Olahraga tradisional umumnya mengandalkan kekuatan, fleksibilitas, kecepatan, dan daya tanggap pemain.

Yuk mulai kenalkan si kecil dengan berbagai olahraga tradisional indonesia . Bahkan, beberapa di antaranya sudah resmi menjadi olahraga nasional dan internasional.

Ada yang masih ingat macam-macam olahraga tradisional Indonesia?

Indonesia dikenal dengan keragaman budayanya. Tidak, ratusan suku mendiami seluruh wilayah negara ini dari Sabang sampai Merauke, dan semuanya memiliki keunikannya masing-masing.
Selain menari, mainan, pakaian dan makanan, olahraga tradisional di Indonesia juga banyak.

Berikut 8 Olah  Raga Tradisional Indonesia :

1. Pencak Silat

Pencak silat telah diakui oleh UNESCO (salah satu badan PBB yang menangani sejarah dan budaya) sebagai Warisan Sejarah Takbenda Indonesia.

Selain itu, olahraga tradisional ini juga mendapatkan pengakuan di dunia olahraga internasional dengan mengikuti Asian Games 2018 untuk pertama kalinya, dan telah menjadi internasional di dunia perfilman melalui penampilan Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan yang dikenal sebagai Mad Dog melalui film Raid.

Selain unsur olahraga, pencak silat juga mencakup aspek mental-spiritual, bela diri, dan seni. Gerakan dan gaya pencak silat sangat dipengaruhi oleh berbagai unsur seperti kesatuan tubuh dan gerakan sesuai dengan musik pengiringnya. Istilah “pencak” lebih dikenal di Jawa, sedangkan nama “silat” lebih populer. di Sumatera Barat.

Sebagai olahraga tradisional Indonesia, setiap daerah memiliki ciri khas gerak, gaya, iringan, musik dan peralatan pendukung (kostum, alat musik dan senjata).

Baca Juga  Fakta Unik tentang legenda sepak bola Diego Maradona

2. Jemparingan

Tahukah Anda, ada satu olahraga tradisional di Yogyakarta yang sudah turun temurun sejak abad ke-17. Nama olahraganya adalah Jemparingan.

Olahraga ini sudah ada sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Dalam bahasa Jawa, jemparingan bisa diartikan sebagai memanah.

Nah, berbeda dengan memanah pada umumnya yang dilakukan sambil berdiri, jumparingan dilakukan sambil duduk bersila.

Pemanah juga tidak membidik secara kasat mata, tetapi menempatkan busur di depan perut sehingga tembakan didasarkan pada perasaan menembak busur. Siapa pun yang menembakkan lebih banyak panah ke sasaran menang.

Jemparingan dipandang tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga kaya akan nilai-nilai tradisional dan filosofis. Ya, olahraga ini dianggap sopan.

Empat nilai ksatria tersebut adalah: saviji berarti fokus, greget berarti semangat, sengu berarti percaya diri, dan ora minkuh berarti rasa tanggung jawab. Nilai-nilai ini perlu diterjemahkan ke dalam kehidupan nyata.

3. Pacu Jalur

Jika Anda sedang berlibur di Riau, sangat disarankan untuk menyaksikan salah satu olahraga tradisional terkenal dari Riau yang bernama Pacu Jalur .

Olahraga dayung tradisional ini awalnya hanya dilakukan di desa-desa di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Idul Adha, atau Tahun Baru Muharram.

Namun kini lintasan tersebut juga masuk dalam event tahunan nasional yang berlangsung setiap 23-26 Agustus. Selain itu, lintasan balap juga merupakan salah satu cabang olahraga yang rutin dipertandingkan di SEA Games.

Biasanya, kapal yang digunakan di landasan memiliki panjang 25-40 meter dan lebar 1,3 hingga 1,5 meter. Setiap perahu dapat mengangkut 40-60 orang. Menariknya, perahu-perahu yang digunakan untuk landasan pacu dihiasi dengan dekorasi yang unik dan berwarna-warni.

Baca Juga  Fakta Unik Sepak Bola Selama Perang Dunia 1

4. Sepak Takraw

Di dunia internasional, sepak takraw dikenal sebagai olahraga khas negara-negara Asia Tenggara, khususnya Malaysia. Orang Indonesia baru mengenal olahraga tradisional ini ketika tim sepak takraw Malaysia dan Singapura mengunjungi negara itu pada 1970-an.

Namun nyatanya, Indonesia sudah mengenal jenis permainan ini sejak abad ke-15 yang disebut sepak bola.

Sepak takraw adalah permainan tradisional yang menggunakan bola rotan (takraw) di atas lapangan datar dengan jaring sebagai pembatas tim lawan, mirip dengan bulu tangkis.

Dalam olahraga ini, pemain dapat menggunakan seluruh bagian tubuh, terutama kaki, kecuali lengan.

Olahraga tradisional Indonesia ini dimainkan secara beregu, setiap regu terdiri dari 3 orang. Sepak takraw juga sering dipertandingkan di kompetisi internasional seperti SEA Games dan Asian Games.

5. Engrang

Egrang adalah olahraga yang menggunakan tongkat panjang yang fungsinya mirip dengan kaki. Olahraga tradisional Indonesia ini membutuhkan kekuatan fisik dan keterampilan.

Jadi meskipun terlihat mudah, kamu mungkin harus berlatih beberapa kali sebelum menguasai permainan ini.

6. Lompat Batu

Panjat tebing adalah salah satu olahraga ekstrim tradisional.Lompat Batu  adalah olahraga tradisional yang berasal dari Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Penduduk Nias menyebut olahraga ini zavo-zavo. Konon pada zaman dahulu kala, ketika suku Nias masih sering berperang, tumpukan batu setinggi 2 meter ini biasa digunakan sebagai benteng pertahanan dan melatih prajuritnya untuk melompati tebing tinggi sebelum terjun ke medan perang.

Hingga kini, pabrik-pabrik tersebut masih dilestarikan oleh warga sekitar. Bahkan, zawo-zawo sering dilakukan dalam ritual tertentu bagi seorang pemuda yang akan menikah.

7. Karapan Sapi

Karapan sapi termasuk dalam kategori olahraga balap yang berasal dari daerah Madura. Olahraga tradisional Indonesia ini mirip dengan pacuan kuda tetapi menggunakan sapi dan dimainkan di lahan basah seperti sawah yang belum digarap.

Baca Juga  Mengenang Sosok Andi Ramang, Legenda Timnas Indonesia

Kunci dari olahraga ini adalah kelincahan pembalap untuk membawa sapi ke garis finis secepat mungkin. Namun, tidak jarang mengandalkan keberuntungan dalam permainan ini.

8. Bedil Jepret

Olahraga tradisional yang terakhir adalah Bedil Jepret, yang dimainkan oleh anak-anak Sudan di sawah sambil menunggu orang tua bertani.

Nama “senapan” digunakan karena olahraga tradisional ini menggunakan cara menembak seperti senapan.
Gambar biasanya diambil dari bambu kuning tua.

Cara melakukannya sangat sederhana. Pertama, bambu dipotong-potong, kemudian dibuat rongga dengan panjang 15 cm dan lebar 5 cm di bagian depan. Di bagian belakang, ditutupi dengan ruas bambu, juga ada rongga untuk memasukkan bambu lempar.

Uniknya, pelempar ini juga terbuat dari bambu yang telah dipangkas agar mudah ditekuk. Peluncur ini kemudian dapat meluncurkan biji peluru yang dimasukkan ke dalam bambu.

Kalau dulu anak-anak menggunakan kerikil sebagai peluru, sekarang peluru yang digunakan adalah lenka, sejenis sayuran yang biasa dijadikan lalapan oleh masyarakat Sunda.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button