Tren Investasi Emas Digital, Asosiasi Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) Resmi Jadi Mitra BAPPEBTI Teknologi

JEJAK SINDOPedagang emas digital yang telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) telah mengumumkan pembentukan asosiasi bisnis yang disebut Asosiasi Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) atau Indonesian Digital Gold Merchants Society (IDGTS).

IDGTS terdiri dari perwakilan dari PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas), PT Pluang Emas Sejahtera (yang merupakan partner dari Pluang Group), PT Indonesia Logam Pratama (Treasury) dan PT Sehati Indonesia Sejahtera (Sakumas).

IDGTS diharapkan menjadi forum di mana para pedagang berlisensi resmi dapat bermitra dengan BAPPEBTI dalam mempromosikan cara-cara yang mudah, aman dan terjamin untuk berinvestasi emas digital.

Emas digital, yaitu emas yang catatan kepemilikannya disimpan secara digital atau elektronik, menjadi salah satu sarana investasi yang disukai masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan karena diyakini memiliki kinerja yang lebih stabil dibandingkan kelas aset lainnya.

Dianggap sebagai lindung nilai, emas menjadi salah satu alasan mengapa orang berinvestasi emas, terutama di masa pandemi saat ini. Kenaikan harga emas sebesar 25,2% dari 31 Januari 2019 di Rs 697.000/gram menjadi Rs 873.000 per gram pada 20 Januari 2022 menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Sebelumnya, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Di Pasar Emas Fisik Digital Di Bursa Berjangka dan Peraturan BAPPEBTI Nomor 4 Tahun 2019, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BAPPEBTI No. 13 Tahun 2019 .

mengenai ketentuan teknis penyelenggaraan pasar emas digital fisik di bursa berjangka, BAPPEBTI telah menyetujui beberapa pedagang emas digital fisik yang telah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti aturan mengenai permodalan, penyimpanan emas, pencatatan, dll.

Kepala Biro Pengembangan dan Pengembangan Pasar BAPPEBTI, Tirta Karma Senjaya, menyambut baik kehadiran Asosiasi PPEDI atau IDGTS yang beranggotakan para pedagang emas digital fisik yang telah disetujui BAPPEBTI.

Diharapkan dengan adanya asosiasi ini, BAPPEBTI dapat memfasilitasi komunikasi dengan para pemangku kepentingan di bidang perdagangan emas digital dalam rangka evaluasi aturan dan kebijakan lainnya, serta memudahkan pemantauan ke depan.

Selain itu juga dapat membantu meningkatkan literasi masyarakat untuk membedakan antara pedagang emas digital yang telah mendapat persetujuan pemerintah dalam hal ini dari Bappebti dengan yang belum, ujarnya.

Pedagang emas fisik digital yang disetujui yaitu Lakuemas dan Perbendaharaan, memperdagangkan emas fisik di PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) dan mendaftarkan transaksi kliring dan penyelesaian pada lembaga kliring PT Indonesia (ICH).

Baca Juga  Microsoft Segera Rilis Versi Terbaru Windows 11, Berikut Bocorannya

Sementara itu, PT Pluang Emas Sejahtera dan Sakumas memperdagangkan emas fisik di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan mendaftarkan transaksi kliring dan penyelesaian di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI).

 

BACA JUGA : Perkuat Tren Investasi Emas Digital, PPEDI Gandeng Bappebti

“Momen pemberian izin kepada pedagang emas digital fisik sudah lama ditunggu-tunggu tidak hanya oleh para pedagang, tetapi juga oleh masyarakat, yang menginginkan kepercayaan akan keamanan investasinya di emas fisik.

Lakuemas bangga menjadi salah satu pedagang yang disetujui dan berkomitmen untuk mempromosikan industri ini melalui IDGTS bersama dengan pedagang lainnya, ”kata Junior Sambianto, Ketua IDGTS, yang juga CEO Lakuemas.

Popularitas emas digital di masyarakat Indonesia juga sejalan dengan semakin banyaknya platform, baik aplikasi investasi maupun e-commerce, yang memberikan peluang investasi emas digital kepada para penggunanya.

Keberadaan payung hukum dan pembentukan IDGTS dapat memberikan perlindungan dan jaminan keamanan kepada setiap investor emas digital, serta sebagai bentuk kontrol dan kerangka yang jelas bagi penyedia layanan investasi.

Co-founder Pluang Claudia Kolonas menambahkan: “Kami percaya bahwa produk emas digital adalah kelas aset penting yang harus dimiliki investor.

Kami sangat bangga dengan perusahaan mitra kami PT Pluang Emas Sejahtera, yang telah menerima lisensi pedagang emas digital fisik dari badan pengawas terkait.

Tentunya hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pengguna kami karena emas selalu menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia karena harganya yang cenderung lebih stabil dibandingkan dengan sarana investasi lainnya.”

Selain itu, Direktur Perbendaharaan Youdi menyampaikan bahwa “Sebagai merchant emas fisik digital pertama yang resmi disahkan oleh BAPPEBTI, Perbendaharaan akan terus meningkatkan layanan dan menyediakan produk untuk mendukung masyarakat mencapai tujuan keuangan di masa depan secara sederhana, transparan. dan cara yang aman.” cara. Karena kami percaya bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk mencapai masa depan yang lebih baik.”

“Ke depan, seiring dengan semakin diterimanya Digital Gold oleh masyarakat, kami berharap produk ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup dan gaya hidup masyarakat luas.

Sakumas, bersama dengan seluruh pemangku kepentingan di industri, bertekad untuk mewujudkan visi tersebut dengan menyediakan layanan Emas Digital yang sederhana, transparan, dan terbuka. Kami juga berharap dengan terbentuknya asosiasi bisnis ini dapat memberikan standar kualitas dan benchmark yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Digital Gold,” tutup Denny Ardiyanto Go, CEO dan Founder Sakumas.

Baca Juga  Bukan BTC Atau Doge Uang Kripto ini Diprediksi Akan Hasilkan Cuan Besar

 

Alasan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas digital

 

 

Emas digital atau emas yang catatan kepemilikannya disimpan secara digital atau elektronik menjadi salah satu sarana investasi yang disukai masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan karena kinerjanya yang lebih stabil dibandingkan kelas aset lainnya.

Dianggap sebagai lindung nilai, emas menjadi salah satu alasan orang berinvestasi di dalamnya, terutama di masa pandemi saat ini. Selain itu, per 31 Januari 2019, terjadi kenaikan harga emas sebesar 25,2 persen, yang semula seharga Rs 697.000 per gram menjadi Rs 873.000 per gram pada 20 Januari 2020, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Sebelumnya, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Di Pasar Emas Fisik Digital Di Bursa Berjangka dan Peraturan BAPPEBTI Nomor 4 Tahun 2019, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BAPPEBTI No. 13 Tahun 2019 .

mengenai ketentuan teknis penyelenggaraan pasar emas digital fisik di bursa berjangka, BAPPEBTI telah menyetujui beberapa pedagang emas digital fisik yang telah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti aturan mengenai permodalan, penyimpanan emas, pencatatan, dll.

Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor, para pedagang emas digital fisik yang telah disetujui oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah membentuk asosiasi bisnis yang disebut Asosiasi Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) atau Masyarakat

Pedagang Emas Digital Indonesia ( IDGTS). IDGTS terdiri dari perwakilan dari PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas), PT Pluang Emas Sejahtera (yang merupakan partner dari Pluang Group), PT Indonesia Logam Pratama (Treasury) dan PT Sehati Indonesia Sejahtera (Sakumas).

IDGTS diharapkan menjadi forum di mana para pedagang berlisensi resmi dapat bermitra dengan Bappebti dalam mempromosikan sarana investasi emas digital yang sederhana, aman dan terpercaya.

Kepala Biro Pengembangan dan Pengembangan Pasar BAPPEBTI, Tirta Karma Senjaya, berharap dengan adanya asosiasi ini dapat mempermudah BAPPEBTI untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan perdagangan emas digital untuk mengevaluasi regulasi dan kebijakan lainnya, serta memfasilitasi pemantauan ke depan.

Baca Juga  5 Hal Yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Berinvestasi Reksa Dana

“Selain itu juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan perbedaan antara pedagang emas digital yang telah mendapat persetujuan pemerintah dalam hal Bappebti ini dengan yang belum,” ujarnya.

Pedagang emas fisik digital yang disetujui yaitu Lakuemas dan Perbendaharaan, memperdagangkan emas fisik di PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) dan mendaftarkan transaksi kliring dan penyelesaian di lembaga kliring PT Indonesia (ICH).

Sementara itu, PT Pluang Emas Sejahtera dan Sakumas melakukan perdagangan emas fisik di PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan mencatat transaksi kliring dan penyelesaian di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI).

“Momen pemberian izin kepada pedagang emas fisik sudah lama ditunggu-tunggu tidak hanya oleh para pedagang, tetapi juga oleh masyarakat yang ingin memastikan bahwa investasinya di emas fisik aman. Lakuemas bangga menjadi salah satu pedagang yang disetujui dan berkomitmen untuk mempromosikan industri ini melalui IDGTS bersama dengan pedagang lainnya, ”kata Junior Sambianto, Ketua IDGTS, yang juga CEO Lakuemas.

Co-founder Pluang Claudia Kolonas menambahkan bahwa produk emas digital adalah kelas aset penting yang harus dimiliki investor. “Kami sangat bangga dengan perusahaan mitra kami PT Pluang Emas Sejahtera, yang telah menerima lisensi untuk memperdagangkan emas digital fisik dari otoritas pengatur terkait.

Tentunya hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pengguna kami, karena emas selalu menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat Indonesia karena kecenderungan harganya yang lebih stabil dibandingkan kendaraan investasi lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perbendaharaan Yudi menyatakan bahwa dirinya merupakan merchant emas digital fisik berlisensi pertama. Resmi dari BAPPEBTI, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan dan menyediakan produk untuk mendukung masyarakat dalam mencapai tujuan keuangan di masa depan secara sederhana, transparan dan terjamin.

Danny Ardiyanto Goh, CEO dan Founder Sakumas, berharap seiring dengan meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap emas digital, produk ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup dan gaya hidup masyarakat luas.

“Sakumas bersama seluruh pemangku kepentingan di industri bertekad mewujudkan visi tersebut dengan menyediakan layanan emas digital yang sederhana, transparan, dan terbuka. Kami juga berharap lahirnya asosiasi bisnis ini dapat memberikan standar kualitas dan benchmark yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap emas digital,” ujarnya.