Kesehatan

Apakah penyakit HIV AIDS bisa disembuhkan? Berikut Penjelasannya

Cara Pencegahan dan Pengobatan HIV AIDS

Kesehatan – Cara Pencegahan dan Pengobatan HIV AIDS – Dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu, pengidap HIV dapat memperlambat perkembangan penyakitnya sehingga pengidap HIV dapat hidup normal.

Faktor Risiko HIV/AIDS

HIV/AIDS masuk melalui dua cara yaitu melalui sekresi seksual dan darah, sehingga faktor risiko HIV/AIDS yang berhubungan dengan kedua hal tersebut antara lain:

  • Sering berganti pasangan.
  • Memiliki hubungan seksual yang berisiko, baik homoseksual maupun heteroseksual.
  • Penggunaan jarum suntik secara bersamaan dengan obat-obatan.
  • Penularan dari ibu hamil dengan HIV/AIDS melalui plasenta ke janin.

Diagnosis HIV/AIDS

Jika Anda memahami bahwa perilaku Anda dalam bahaya, segera temui dokter untuk perawatan.

Perawatan awal terdiri dari membuat diagnosis untuk menentukan apakah orang tersebut terinfeksi HIV.

Diagnosis HIV dikonfirmasi oleh tes laboratorium. Jenis tes laboratorium untuk HIV dapat berupa:

Tes serologis :

  • Tes ekspres (tes Ekspres)
  • Enzim immunoassay (ELISA)

Tes virologi :

  • DNA HIV kualitatif (EID), tes ini digunakan untuk mendiagnosis keberadaan virus pada bayi di bawah usia 18 bulan.
  • Analisis kuantitatif RNA HIV. Tes ini digunakan untuk memeriksa jumlah virus dalam darah.

Penanggulangan dan pencegahan HIV dan AIDS

Pencegahan HIV/AIDS

Penularan HIV dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Setia pada pasangan, hindari berganti pasangan.
  • Hindari penggunaan narkoba, terutama melalui jarum suntik.
  • Komunikasi yang tepat tentang penularan HIV, pencegahan dan pengobatan dapat membantu mencegah penularan HIV di masyarakat.

Cara Pencegahan Tertular HIV/AIDS

HIV adalah virus yang rapuh. Virus ini tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV dapat ditemukan dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi virus HIV.

Ini termasuk cairan semen, cairan vagina, cairan anal, darah, dan ASI. Namun, perlu juga dicatat bahwa HIV tidak menular melalui keringat atau urin. Dan berikut ini adalah cara-cara pencegahan virus HIV, diantaranya:

Baca Juga  6 Tips menjaga kesehatan tubuh saat musim hujan

1. Lakukan Seks Aman.

Berhubungan seks setelah menikah dan tidak pernah berbagi jarum suntik, peralatan suntik, atau apa pun yang dapat menyebabkan penularan virus HIV. Orang yang sering berhubungan seks dengan banyak pasangan berisiko tertular HIV.

2. Mengkonsumsi obat yang dihasilkan oleh para peneliti.

Agar bisa bertahan dan hidup lebih lama, mengingat virus HIV adalah virus yang sangat berbahaya, kita harus bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi virus HIV.

3. Hindari seks bebas.

Salah satu cara paling umum untuk mencegah infeksi virus HIV adalah dengan setia pada pasangan. Seks berdasarkan pernikahan jauh lebih aman daripada seks bebas.

Tes HIV sangat penting bagi pasangan yang akan menikah untuk melindungi diri dari infeksi HIV. Hindari segala macam pergaulan bebas, bukan dengan pasangan.

4. Hindari Narkoba.

Bahaya narkoba menjadi rahasia umum yang sangat mematikan. Obat suntik adalah salah satu penyebab utama AIDS.

Anda dapat melindungi diri sendiri dengan tidak mengkonsumsi obat-obatan. Berbagi jarum suntik telah meningkatkan tingkat penularan AIDS.

Pengobatan HIV AIDS

Meskipun masih belum ada obat untuk HIV, ada beberapa jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut antiretroviral (ARV).

Obat ARV bekerja dengan menghilangkan unsur-unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk bereplikasi dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4. Ada berbagai jenis ARV, termasuk etravirine, efavirenz, lamivudine, AZT, dan nevirapine.

Saat mengkonsumsi obat antiretroviral, dokter akan memantau jumlah virus dan sel CD4 untuk menilai respons pasien terhadap pengobatan.

Jumlah CD4 akan dilakukan setiap 3-6 bulan. Pada saat yang sama, penelitian RNA HIV dilakukan dari awal pengobatan, kemudian dilanjutkan setiap 3-4 bulan selama seluruh periode pengobatan.

Baca Juga  Apakah Penyakit Kusta itu Berbahaya ? Yuk Kenali Gejala dan Cara penyembuhannya

Untuk menjaga agar virus tetap terkendali, orang dengan HIV harus segera meminum ARV segera setelah di diagnosis HIV. Risiko tertular AIDS pada ODHA akan semakin tinggi jika pengobatan ditunda karena virus akan semakin merusak sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, penting bagi orang dengan ARV untuk meminum ARV sesuai petunjuk dokter. Penggunaan obat yang ter lewat hanya akan mempercepat pertumbuhan virus HIV dan memperburuk kondisi pasien.

Segera minum obat jika sedang minum obat sakit dan tetap ikuti jadwal selanjutnya. Namun, jika dosis yang ter lewat terlalu besar, segera hubungi dokter.

Kondisi pasien juga mempengaruhi resep atau dosis yang tepat. Dokter juga bisa menggantinya tergantung kondisi pasien. Selain itu, pasien diperbolehkan mengkonsumsi lebih dari 1 ARV per hari.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button