Kesehatan

HIV dan AIDS Apa Bedanya? Yuk Simak Penjelasannya

Perbedaan HIV dan AIDS

Kesehatan – Perbedaan HIV dan AIDS – HIV atau human immunodeficiency virus adalah penyebab AIDS dalam tubuh kita. Penyakit ini perlu diwaspadai karena masih belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkannya secara tuntas.

Beberapa hal bisa menjadi penyebab masalah kesehatan ini. Pada gejala awal, penyakit ini tidak memiliki kondisi yang khas.

Perbedaan HIV dan AIDS

Dari sekitar 36,9 juta orang yang hidup dengan HIV/AIDS atau ODHA di dunia, hanya sekitar 75% yang mengetahui bahwa mereka mengidap penyakit tersebut.

Sekitar 940.000 orang di dunia tercatat meninggal karena penyakit akibat komplikasi AIDS.

Lantas, HIV dan AIDS Apa Bedanya?

1. HIV adalah jenis virus

HIV adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.

Di dalam tubuh, HIV secara spesifik menghancurkan sel CD4 (sel T). Sel CD4 adalah bagian dari sistem kekebalan, yang dirancang khusus untuk melawan infeksi.

Infeksi HIV menyebabkan jumlah CD4 Anda turun drastis sehingga sistem kekebalan Anda tidak cukup kuat untuk melawan infeksi.

Akibatnya, viral load HIV Anda (jumlah virus HIV dalam darah Anda) tinggi. Ini berarti bahwa sistem kekebalan tidak dapat bekerja dengan baik melawan HIV.

2. AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV jangka panjang

AIDS adalah singkatan dari “Acquired Immune Deficiency Syndrome”. AIDS dapat terjadi jika infeksi HIV tidak segera diobati.

AIDS adalah infeksi HIV stadium 3. Biasanya, infeksi HIV berkembang menjadi AIDS dalam waktu 10 tahun jika tidak diobati.

AIDS terjadi ketika HIV menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Gejala AIDS dapat bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya.

Gejala AIDS berhubungan dengan berbagai infeksi akibat kerusakan sistem kekebalan tubuh, yang dikenal sebagai infeksi oportunistik. Beberapa jenis infeksi oportunistik adalah pneumonia dan tuberkulosis.

Baca Juga  7 Manfaat dan efek samping buah kecubung untuk kesehatan

Karena HIV menghancurkan sel CD4, salah satu cara untuk mendiagnosis AIDS pada orang HIV-positif adalah dengan menghitung jumlah sel CD4. Kisaran normal untuk jumlah CD4 adalah 500-1200.

Jika hasil tes CD4 orang yang hidup dengan HIV menunjukkan angka di bawah 200, orang tersebut dianggap mengidap AIDS atau infeksi HIV stadium 3.

Faktor lain yang dapat membantu dalam diagnosis AIDS adalah adanya infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus yang biasanya tidak banyak berpengaruh pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Tes Untuk Mendeteksi Infeksi HIV/AIDS

Mengetahui gejala nya saja tidak cukup untuk menentukan secara akurat apakah seseorang terinfeksi HIV/AIDS. Tes berikut harus dilakukan:

1.Nucleic Acid Test (NAT)

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk menentukan apakah Anda memiliki virus di dalam tubuh Anda. Tes ini paling efektif untuk mendeteksi HIV/AIDS, tetapi perkiraan biayanya cukup mahal.

2.Tes Antigen/Antibodi

Tes ini digunakan untuk mencari antigen dan antibodi terhadap HIV. Tentu saja tes antigen ini berbeda dengan tes COVID-19. Tes antigen HIV ini mencari antigen p24, yang dapat diidentifikasi dari sampel darah.

3.Tes Antibodi HIV

Tes antibodi ini dapat dilakukan pada darah atau air liur dari mulut. Tes antibodi cenderung lebih cepat dalam mendeteksi HIV.

Sejumlah tes tersebut, bisa menjadi cara untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi HIV/AIDS.

Tentu sebelum itu penting untuk mengetahui riwayat seksual Anda dan sejumlah faktor lain untuk mengetahui apakah Anda berisiko terinfeksi HIV/AIDS.

Sebaiknya jika Anda merasa memiliki beberapa gejala hiv sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button