KesehatanNEWS

Apa itu HIV dan Apa penyebabnya? Simak Ulasan ini Agar Tidak Gagal Paham

Pengertian dan Penyebab HIV

Kesehatan – Pengertian dan Penyebab HIV –  Infeksi HIV kini menjadi perbincangan. Gara-gara, ratusan mahasiswa di Bandung, Jawa Barat yang ditemukan positif terinfeksi.

Hiv/aids tergolong penyakit yang disebabkan oleh  virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Dampak buruk dari hal ini adalah penderita yang terserang virus akan lebih mudah atau rentan terkena penyakit atau infeksi lainnya.

Apa itu HIV ?

HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang kekebalan, sehingga kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit berkurang.

HIV yang tidak diobati dapat berkembang menjadi Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

Orang dengan AIDS lebih rentan terhadap beberapa jenis infeksi yang dikenal sebagai oportunistik.

Orang yang terdampar virus HIV akan lebih rentan terinfeksi oportunistik karena efek samping dari virus HIV adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Apa penyebab penyakit HIV AIDS?

Di Indonesia, penyebaran dan penularan HIV terutama terkait dengan hubungan seks yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril untuk penggunaan narkoba.

Seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada orang lain bahkan berminggu-minggu setelah terinfeksi. Setiap orang bisa saja tertular HIV.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab masalah kesehatan yang satu ini. Pada gejala-gejala awal, penyakit ini kurang menunjukkan suatu kondisi yang khas atau gejala yang pasti.

Gejala HIV ini tidak tampak tidak terlalu jelas sejak awal. Akibatnya,seseorang bisa saja tanpa sadar sudah terinfeksi virus HIV.

Gejala Awal HIV/AIDS

Gejala awal HIV ini tidak begitu signifikan malahan terlihat seperti masalah kesehatan ringan sehari-hari.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa gejala HIV/AIDS yang tampak seperti masalah kesehatan biasa.

1. Panas

Gejala awal penyakit ini mungkin termasuk demam ringan, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini seringkali diremehkan karena tidak terlalu mengganggu dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  10 Bahaya Minum Teh Saat Perut Kosong

2. Kelelahan

Munculnya rasa lelah pada tubuh merupakan salah satu tanda virus HIV telah masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan perasaan lelah dan kelemahan yang dialami.

3. Nyeri otot

Penyebab utama nyeri otot ini adalah terjadinya  peradangan pada kelenjar getah bening malahan rasa sakit ini juga bisa menyerang bagian lainnya seperti persendian dan selangkangan atau lutut.

4. Ruam pada kulit

Munculnya ruam kulit, serta bisul dan jerawat, juga bisa menjadi tanda bahwa Anda terinfeksi masalah kesehatan ini. Masalah ini biasanya jarang disadari karena sering kita jumpai masalah ini.

Ruam hanya terjadi pada pasien dengan infeksi HIV, tetapi tidak pada pasien dengan influenza.

Untuk kasus HIV ini ,kemungkinan ruam akan muncul hampir di semua bagian tubuh, seperti di telapak tangan, kaki, dan kulit kepala. Daerah yang paling sering terkena adalah leher dan dada dan biasanya disertai dengan rasa gatal.

Ruam pada orang yang terinfeksi HIV biasanya muncul 48 jam setelah demam dan dapat sembuh dengan sendirinya setidaknya dalam seminggu.

5. Mual, muntah dan diare

Diare yang terus-menerus disertai mual dan muntah juga merupakan tanda infeksi gangguan kesehatan ini. Kondisi ini bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang melemah.

6. Penurunan berat badan dan batuk kering

Batuk kering dan penurunan berat badan mendadak juga merupakan tanda awal HIV-AIDS. Hal ini terjadi karena virus HIV yang baru muncul mengganggu kesehatan sel-sel lain di dalam tubuh.

7. Lesi mulut

Lesi pada mulut ini jarang terjadi pasien dengan influenza. Sementara pada penderita HIV, lesi oral sering terjadi.

Demikianlah, berbagai perbedaan gejala awal HIV dan flu yang perlu Anda waspadai. Orang yang berisiko perlu lebih waspada agar tidak tertipu.

Baca Juga  HIV dan AIDS Apa Bedanya? Yuk Simak Penjelasannya

Jika Anda merasa mengalami gejala gejala seperti di atas, sebaiknya Anda konsultasi kan kepada Dokter. Semoga artikel ini bermanfaat.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button