Herbal LifeKesehatan

Apakah Penyakit Kusta itu Berbahaya ? Yuk Kenali Gejala dan Cara penyembuhannya

Gejala dan Cara penyembuhan Penyakit Kusta

Jejaksindo.com – Gejala dan cara penyembuhan penyakit kusta – Salah satu penyakit menular kronis yang ditangani oleh World Health Organization (WHO) adalah kusta.

Menurut WHO, kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, bakteri tahan asam berbentuk batang.

Namun, kusta dapat disembuhkan, dan pengobatan dini dapat mencegah kecacatan. Lihat di bawah untuk ulasan lengkapnya..

Apa itu penyakit kusta ?

Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini mempengaruhi jaringan kulit dan saraf tepi, mata, dan selaput yang melapisi bagian dalam hidung.

Kusta atau lepra biasanya dapat diobati atau disembuhkan, namun kusta tetap harus diwaspadai karena kerusakan saraf akibat kusta dapat menyebabkan kelumpuhan dan kebutaan jika orang tersebut tidak diobati.

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan kejadian penyakit kusta, yaitu kontak dengan hewan yang menyebarkan bakteri kusta, seperti armadillo.

Kemudian tinggal atau mengunjungi daerah endemik kusta dan Anda memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh.

Apa penyebab penyakit kusta?

Perlu dicatat bahwa kusta adalah penyakit kuno yang dijelaskan dalam berbagai literatur peradaban kuno.

Mycobacterium leprae, penyebab penyakit kusta, berkembang biak dengan lambat, dengan masa inkubasi penyakit rata-rata 5 tahun.

Gejala dapat muncul dalam 1 tahun, tetapi juga dapat bertahan selama 20 tahun atau lebih.

Kusta mungkin ditularkan melalui tetesan udara dari hidung dan mulut melalui kontak dekat dan sering dengan pasien yang tidak diobati.

Jika tidak diobati, kusta dapat menyebabkan kerusakan progresif dan permanen pada kulit, saraf, anggota badan, dan mata.

Kusta disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium leprae.

Bakteri penyebab kusta tumbuh sangat lambat dan biasanya hidup hingga 20 tahun.

Baca Juga  Asam Lambung Sering Kambuh ? Ketahui Penyebabnya

Awalnya, gejala kusta ditandai dengan mati rasa pada kulit dan kurang berkeringat, rasa kaku dan kering.

Apakah penyakit kusta menular ?

Kusta merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan atau kematian jika tidak ditangani secara dini. Jadi kenali gejala penyakit kusta.

Jangan remehkan tanda pada kulit ini, bisa jadi itu adalah gejala penyakit kusta.

Meskipun perkembangan kusta tidak seperti penyakit kronis lainnya, kusta dapat mempengaruhi saraf di kulit, mata, dan mukosa hidung (lapisan hidung).

Bakteri kusta menyerang saraf, yang dapat menyebabkan pembengkakan di bawah kulit.

Kusta menyebabkan daerah yang terkena kehilangan kemampuannya untuk merasakan sentuhan dan rasa sakit, yang mengakibatkan cedera seperti luka bakar.

Apa ciri ciri orang yang mempunyai penyakit kusta?

Ciri-ciri penyakit kusta

  • Muncul pembengkakan atau benjolan di area wajah dan telinga, serta muncul bintik-bintik pucat yang warnanya lebih terang dari warna kulit.
  • Selain itu, saraf di lutut dan siku biasanya membesar.
  • Otot-otot kaki dan lengan lemah.
  • Kehilangan permanen bulu mata dan alis, mata kering dan jarang berkedip, dan mimisan.

Gejala penyakit kusta

  • Untuk kasus kusta kering , di awali dengan tidak berjalnnya fungsi kelenjar keringat yang memberikan kelmbapan pada kulit, akibatnya kulit menjadi bersisik.
  • Sedangkan kusta basah ditandai dengan gejala bercak merah pada permukaan kulit yang lembab dan mengkilat.
  • Dibandingkan dengan kusta kering, kusta tipe basah lebih mudah menular karena jumlah bakteri yang dikandung lebih banyak.

Jenis penyakit kusta

1. Tuberkuloid

Tuberkuloid merupakan jenis kusta yang ringan dan tidak terlalu berat.

Orang dengan jenis kusta ringan hanya memiliki satu atau beberapa bercak datar, kulit pucat (kusta oligobasiler).

Area kulit yang terkena mungkin terasa mati rasa karena kerusakan saraf di bawahnya.

Baca Juga  Apakah penyakit HIV AIDS bisa disembuhkan? Berikut Penjelasannya

Kusta tuberkuloid kurang menular dibandingkan bentuk lainnya.

2. Lepromatosa

Kusta lepromatosa adalah penyakit yang lebih parah.

Kusta jenis ini biasanya muncul dengan gejala benjolan yang meluas dan ruam kulit (kusta multisiler), mati rasa, dan kelemahan otot.

Hidung, ginjal, dan organ reproduksi pria juga dapat terpengaruh.

Penyakit ini lebih menular daripada kusta tuberkuloid.

3. Borderline

Penderita kusta borderline biasanya memiliki gejala seperti kusta tuberkuloid dan kusta lepromatosa.

Dengan demikian, penyakit kusta jenis ini tampaknya paling banyak menunjukkan gejala penyakit kusta.

Cara mengobati penyakit kusta

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala kusta yang dijelaskan di atas.

Juga bicarakan dengan dokter Anda jika Anda memiliki faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena kusta.

Semakin cepat kusta diobati, semakin tinggi peluang kesembuhannya.

1. Antibiotik Untuk Mengobati Kusta

Pengobatan utama penyakit kusta atau lepra adalah dengan antibiotik.

Penderita kusta akan diberikan kombinasi beberapa jenis antibiotik selama 1-2 tahun.

Jenis, dosis, dan lama penggunaan antibiotik akan ditentukan oleh jenis kusta yang dialami.

Antibiotik yang digunakan untuk mengobati kusta:

  • Rifampicin
  • Dapsone
  • Clofazimine
  • Minocycline
  • Ofloxacin

Pengobatan kusta umumnya dilakukan dengan metode MDT atau multidrug therapy, yakni pengobatan yang mengombinasikan dua antibiotik atau lebih.

2. Obat alami untuk penyakit kusta

Selain pengobatan rutin, penderita kusta juga harus memperhatikan pola makannya. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyembuhan penyakit kusta.

Berikut ini adalah beberapa pilihan makanan atau obat alami yang disrankan untuk penderita kusta.

Vitamin E

Vitamin ini dikenal baik untuk kesehatan kulit dan sudah pasti baik untuk penderita kusta.

Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian mentah seperti almond, kuachi, dan kacang tanah.

Baca Juga  10 Kesalahan Yang Harus Dihindari Saat Menggunakan Retinol

vitamin A

Vitamin ini mendukung penglihatan, pertumbuhan tubuh, dan mendukung kekebalan.

Anda bisa mendapatkan vitamin A dari wortel, ubi jalar, bayam, pepaya, hati sapi, produk susu, dan telur.

Vitamin D

Mengkonsumsi vitamin ini akan bermanfaat bagi kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh Anda.

Selain sinar matahari langsung, Anda juga bisa mendapatkan vitamin ini dari minyak ikan cod, salmon, sarden, mackerel, telur, dan sereal yang diperkaya.

Vitamin C

Vitamin C terlibat dalam pembentukan kolagen dan mengandung antioksidan yang akan melindungi Anda dari radikal bebas.

Kandungan tersebut dapat ditemukan pada buah jeruk (jeruk dan lemon), mangga, stroberi, sayuran seperti tomat dan brokoli.

vitamin B Kompleks

Vitamin ini bermanfaat untuk kesehatan sistem saraf dan produksi sel darah merah. Bisa didapat dengan makan ayam, pisang, kentang dan jamur.

Zinc

Zinc berperan dalam penyembuhan luka dan mendukung sistem imun tubuh. Manfaat dari makan tiram, keju, kacang mete, dan oatmeal.

Demikianlah pembahasan tentang gejala,penyebab serta cara mengobati penyakit kusta.

Sebaiknya Anda konsultasi dengan dokter untuk solusi terbaik masalah penyakit kulit Anda.Semoga bermanfaat.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button