InvestasiKeuanganTips & Triks

6 rasio keuangan berikut untuk membantu Anda memilih saham

rasio keuangan berikut untuk membantu Anda memilih saham

Jejaksindo.com – Berinvestasi pada instrumen saham untuk jangka panjang memerlukan analisis rasio keuangan. Investor yang mampu melakukan analisis ini akan lebih mudah untuk memilih perusahaan yang baik untuk berinvestasi.

Kita dapat mengatakan bahwa perusahaan itu baik jika penjualan tumbuh dan hutang dipertahankan. Dalam rasio keuangan, terdapat berbagai rasio yang digunakan untuk memilih saham mana yang akan dibeli atau dijual.

Anda dapat menggunakan rasio berikut untuk melihat harga wajar saham, melihat apakah perusahaan tumbuh, melihat bagian utang dan pendapatan jika Anda berinvestasi di saham ini untuk jangka panjang.

6 rasio keuangan yang bisa kamu cari saat memilih saham!

1. Earning per share( EPS)

Earning per share( EPS) adalah laba perusahaan dibagi per saham. Semakin tinggi nilai EPS dari tahun ke tahun maka semakin baik perusahaan tersebut, karena laba perusahaan meningkat, dan dapat dikatakan perusahaan semakin berkembang. Jika sebuah saham memiliki nilai EPS Rs 500, maka saham tersebut memperoleh keuntungan Rs 500 per saham.

2. Price to Earnings Rate( PER)

Price to Earnings Rate, disingkat PER, adalah rasio yang menggambarkan harga saham suatu perusahaan dibandingkan dengan earning atau laba yang diperoleh perusahaan( EPS).

Analisis PER perusahaan dapat dilakukan dengan membandingkan PER pada industri sejenis.

Jika PER lebih rendah dari rata- rata emiten lain di industri sejenis, maka harga perusahaan dinilai relatif lebih murah. Saham dengan PER yang rendah sangat diminati oleh investor.

3. Price to Book Value( PBV)

Price to Book Value, disingkat PBV, adalah rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. PBV digunakan untuk mengetahui seberapa besar nilai pasar saham suatu perusahaan merupakan kelipatan dari nilai bukunya.

Baca Juga  6 Keuntungan Investasi Emas Antam Yang Wajib Di ketahui

Misalnya, jika PBV adalah 2x, ini berarti harga saham adalah dua kali kekayaan bersih perusahaan. Dengan kata lain, harga saham adalah 2 kali kekayaan bersih.

PBV yang rendah sering digunakan sebagai indikator untuk mencari saham yang murah atau underrated. Investor didorong untuk mencari saham dengan PBV di bawah rata- rata PBV di industri.

4. Return on equity( ROE)

Return on equity disingkat ROE. Saham dengan ROE tinggi, return on equity dianggap tinggi. Semakin tinggi ROE maka semakin baik perusahaan tersebut.

Investor biasanya memilih perusahaan dengan ROE yang tinggi karena perusahaan tersebut dapat mengelola modalnya dengan cara yang menghasilkan return yang tinggi.

Cara menganalisis ROE adalah dengan membandingkan ROE perusahaan pada industri sejenis, serta membandingkan ROE dengan periode sebelumnya. Semakin tinggi ROE berarti perusahaan semakin berkembang.

5. Debt to Equity Rate( DER)

Rasio hutang terhadap ekuitas, atau singkatnya DER, adalah rasio yang memungkinkan Anda untuk melihat seberapa banyak hutang yang ada dibandingkan dengan aggregate ekuitas yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Utang yang besar dapat menjadi risiko bagi suatu perusahaan.

Saat mengevaluasi posisi hutang perusahaan, berikut ini dapat digunakan sebagai tolok ukur dalam analisis

DER> 1 berarti utang perusahaan melebihi ekuitasnya.
DER< 1 artinya hutang perusahaan lebih kecil dari ekuitasnya.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memiliki DER< 1. Hal ini menunjukkan bahwa hutangnya masih berkelanjutan.

6. Dividen yield( DY)

Dividen yield( DY) atau rasio hasil dividen adalah dividen per saham dibagi dengan harga saham. Rasio ini menunjukkan seberapa besar keuntungan perusahaan dibagikan kepada para pemegang saham.

Jika suatu saham memiliki tip yield( DY) yang tinggi, biasanya harga saham akan naik pada saat dividen diumumkan. Investor jangka panjang sangat tertarik dengan tip yield( DY) karena mengharapkan return yang konsisten setiap tahunnya.

Baca Juga  5 Tips Dan Keuntungan Berinvestasi Properti di Bali

Penutup

Dengan melihat 6 rasio ini, Anda sekarang dapat melihat dan menganalisis saham dengan lebih baik. Berinvestasi pada perusahaan yang baik akan membawa hasil yang optimal dalam jangka panjang.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button