CryptoInvestasiKeuanganTips & Triks

7 Langkah Investasi Bitcoin Untuk Pemula

Investasi Bitcoin

Jejaksindo.com – Bitcoin adalah sarana investasi yang dicintai oleh publik. Aset cryptocurrency ini pertama kali dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 untuk mengatasi beberapa kelemahan utama cryptocurrency. Mata uang digital ini memiliki fungsi yang sama dengan mata uang biasa. Bedanya, Bitcoin hanya tersedia di dunia digital.

Banyaknya investor yang melihat bitcoin membuat kendaraan investasi ini semakin populer dan menguntungkan. Apalagi aset kripto ini telah disetujui oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai sarana investasi legal di Indonesia. Namun bitcoin tidak pernah bisa menjadi alat pembayaran di negara tersebut.

Meskipun ada banyak rumor buruk yang beredar karena kurangnya sosialisasi dan pemahaman, Bitcoin telah berhasil memikat calon investor dengan keuntungannya. Beberapa hal yang membuat Bitcoin populer, antara lain:

  • Harga Bitcoin bisa meroket. Hanya dalam beberapa bulan, bitcoin bisa mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa. Bahkan selama pandemi 2020, harga Bitcoin naik 354%.
  • Di beberapa negara, Bitcoin dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi digital.
  • Beberapa alat pembayaran transaksi online sudah menerima pembayaran Bitcoin. Pengguna juga dapat menyimpannya.
  • Bitcoin digunakan sebagai alat pembayaran untuk jual beli online di sejumlah situs e-commerce seperti Amazon dan e-bay.

7 Langkah Investasi Bitcoin Untuk Pemula

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mulai berinvestasi di bitcoin.

1. Mendaftar dan Membuka Akun di Exchange

Persyaratan utama untuk mulai berinvestasi di bitcoin adalah membuka akun di bursa. Pertukaran bitcoin atau bitcoin exchange adalah istilah untuk perusahaan yang menyediakan tempat khusus yang digunakan oleh investor dari berbagai negara untuk menukar bitcoin dengan mata uang fiat (dolar, euro, yuan, rupee, dll).

Pendaftaran akun pertukaran dilakukan secara online melalui aplikasi atau situs web. Aplikasi ini dapat diunduh dari Google Play Store atau Apple Store.

Baca Juga  Cara Pembuatan dan Mencetak Kartu ASN Virtual di Aplikasi MySAPK

Harap dicatat bahwa Bitcoin tidak memiliki perusahaan resmi yang menjual aset kripto. Ini karena Bitcoin adalah teknologi open source, tetapi ada beberapa pertukaran berbeda yang memfasilitasi transaksi Bitcoin. Pertukaran ini adalah perantara dalam investasi dalam cryptocurrency.

2. Mendapatkan Verifikasi KYC (know Your Customer)

Setelah membuka akun di bursa, untuk dapat segera melakukan transaksi, Anda harus melewati verifikasi KYC. Pengecekan ini berguna untuk melindungi setiap peserta bursa dan memastikan bahwa kebijakan AML (anti money laundering) berjalan dengan baik.

Biasanya, proses verifikasi KYC terdiri dari mengunggah foto identitas asli dengan jelas, mengisi data pribadi, dan mengunggah foto selfie tanpa atribut wajah seperti topi atau kacamata. Data akan diproses paling lambat 1 hari kerja. Pastikan informasi yang Anda berikan benar dan akurat.

3. Melakukan Deposit

Untuk melakukan transaksi Bitcoin, Anda harus menyetor Rs. ke rekening yang ditentukan. Biasanya, setoran minimum bursa berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000. Namun, ada juga beberapa bursa yang memiliki syarat setoran minimum dengan harga lebih tinggi.

Metode deposit yang ditawarkan oleh bursa termasuk transfer bank (rekening dan virtual account), e-wallet, PPOB, kartu kredit atau kartu debit.

Selain itu, deposit dapat dilakukan dalam bentuk koin, bitcoin, ethereum, atau jenis lainnya. Anda juga bisa melihat daftar koin yang diterima sebagai deposit di bursa tempat Anda membuka akun. Pertukaran akan mengeluarkan “alamat” dompet untuk mengirim koin dari bursa lain.

4. Menentukan Pair Aset Kripto

Sebelum memulai perdagangan, Anda harus memilih pasangan atau pasangan yang ingin Anda perdagangkan. Pasangan yang paling populer adalah bitcoin vs rupee atau berapa harga bitcoin dalam rupee. Pair ini dianalogikan dengan membeli mata uang asing, dollar AS ke IDR, berapa rupiah bernilai 1 dollar.

Baca Juga  Simak ! 5 Cara Berinvestasi Di Reksadana Untuk Pemula

5. Mulai Lakukan Transaksi Jual – Beli

Setelah menentukan pasangan yang ingin Anda perdagangkan. Kemudian Anda dapat melakukan pemesanan dengan cara memasukkan nominal harga dan jumlah bitcoin yang ingin Anda beli. Selanjutnya, jumlah rupiah yang dibutuhkan akan muncul. Pilih jenis pesanan, pengambil atau pembuat.

Jika Anda memilih penerima, pesanan akan segera ditempatkan pada harga pasar. Jumlah kepemilikan bitcoin akan segera diperbarui, dan jumlah setoran dalam rupee akan berkurang tergantung pada jumlah pembelian.

Jika Anda memilih pembuat, pesanan tidak segera muncul atau tertunda hingga sesuai dengan harga yang diinginkan. Selama tidak ada kecocokan, pesanan akan ada di “buku pesanan”. Harap dicatat bahwa satuan ukuran untuk membeli dan menjual bitcoin bisa mencapai delapan desimal, yaitu 0,00000001 BTC. Jadi, Anda juga bisa memulai trading dengan modal yang  jumlahnya  kecil.

Di bagian Proses penjualan ini tidak jauh berbeda dengan proses pembeliannya. Hanya saja setelah eksekusi sukses, deposit rupiah meningkat dan kepemilikan bitcoin menurun.

Beberapa koin bernilai ribuan dolar, tetapi pertukaran sering memungkinkan Anda untuk membeli pecahan dari satu koin. Oleh karena itu, Anda dapat berinvestasi sesedikit $25. Ingatlah untuk menentukan toleransi risiko dan strategi investasi Anda sebelum berdagang. Bitcoin bisa digunakan untuk transaksi atau ditahan dengan harapan harganya akan naik.

6. Melakukan Withdraw

Penarikan bitcoin dalam rupiah cukup sederhana, yaitu dengan mengirimkan penarikan di aplikasi yang Anda gunakan. Selain itu, Anda dapat menarik bitcoin yang disimpan di bursa dengan memasukkan alamat dompet tujuan pengiriman bitcoin.

Karena pertukaran menggunakan jaringan perbankan untuk mengirim uang, dibutuhkan waktu maksimal 1 x 24 jam untuk memproses Rs. penarikan. Durasi atau kecepatan ditentukan oleh proses di bank.

Biaya yang diperlukan untuk menarik dana dapat dilihat di setiap bursa. Selain itu, setiap pertukaran menetapkan jumlah penarikan minimum dan maksimum untuk nominal rupiah dan cryptocurrency. Setiap bursa memiliki kebijakannya sendiri.

Baca Juga  4 Jenis Produk Investasi Reksadana Terbaik

7. Transfer Bitcoin

Bitcoin juga dapat ditransfer ke investor Bitcoin lainnya di bursa yang sama. Caranya adalah dengan memasukkan alamat dompet yang akan dikirim ke bursa, atau tulis ID pengguna untuk dikirim ke bursa. Alamat dompet menjadi semacam nomor rekening saat mentransfer uang.

Memahami Bitcoin Wallet/Dompet

Dompet adalah tempat untuk menyimpan aset kripto, sama seperti menyimpan uang di dompet. Setiap investor akan menerima alamat dompet mereka sendiri. Alamat ini berfungsi sebagai mengirim atau menerima aset kripto.

Saat melakukan pembelian bitcoin, koin akan disimpan di dompet digital atau dompet bitcoin. Ada dua jenis dompet bitcoin: dompet panas dan dompet dingin.

Dompet panas adalah dompet yang dikelola oleh pertukaran atau penyedia cryptocurrency Anda. Koin dapat diakses melalui Internet/perangkat lunak. Electrum dan Mycelium adalah dua jenis dompet panas. Menggunakan dompet panas sangat berisiko. Karena jika terjadi peretasan, informasi tentang koin Anda berisiko.

Sementara itu, dompet dingin adalah perangkat keras yang menyimpan koin Anda. Ini biasanya perangkat portabel yang mirip dengan flash drive.

Ada dua dompet yang populer: Trezor dan Ledger Nano. Dompet dingin tampaknya lebih aman. Jika Anda berinvestasi dalam jumlah kecil, lebih baik menggunakan dompet panas, dan jika Anda berinvestasi dalam jumlah besar, disarankan untuk menggunakan dompet dingin.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button