InvestasiInvestasi Reksa DanaKeuangan

3 Jenis Reksadana Rendah Risiko Yang Cocok Untuk Investor Pemula

Jenis Reksadana Rendah Risiko

Jejaksindo.com – Jenis Reksadana Rendah Risiko –  Sejauh ini, pandemi virus corona di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. oops, jangan sampai hal ini menjadi penghalang buat Anda untuk tidak berinvestasi karena takut rugi besar.

Dulu tidak sedikit investor yang mengalami kerugian pada beberapa kendaraan investasi, namun ada kendaraan lain yang sebenarnya masih aman di tengah pandemi, seperti reksa dana saat ini.

Sarana investasi ini secara umum memiliki 4 jenis, yaitu campuran, saham, pendapatan tetap dan pasar uang. Setiap produk memiliki tingkat risiko yang berkisar dari rendah hingga tinggi.

3 Jenis Reksadana Rendah Risiko

1. Reksadana Pendapatan Tetap

Karena pandemi masih berlangsung, tidak ada salahnya memilih makanan yang berisiko rendah dan sedang. Reksa dana pendapatan tetap memiliki risiko rendah hingga menengah.

Namun, produk ini memiliki pergerakan yang stabil tergantung pada strategi investor. Tentu saja, pergerakan yang stabil ini memungkinkan Anda untuk tidak khawatir tentang risiko.

Pada reksa dana pendapatan tetap, manajer investasi menempatkan 80% dana investor pada surat utang atau obligasi. Jangka waktu investasi tersebut biasanya dari 1 sampai 3 tahun.

Jika Anda ingin mendapatkan penghasilan yang stabil, tidak ada salahnya memilih jangka waktu yang paling lama.

Selain mengetahui nilai reksa dana pendapatan tetap, Anda juga perlu mengetahui manfaat yang mereka berikan. Berikut berbagai manfaatnya seperti:

  1. Tingkat risiko kerugian yang dimiliki rendah sampai menengah
  2. Pergerakan investasi cenderung stabil
  3. Tidak terkena pajak
  4. Investor bisa melihat perkembangan investasi dengan jelas karena manajer investasi wajib melaporkan informasi pada seluruh investor.
  5. Tidak ada kecurangan ketika pengelolaan dana investasi, karena semua ketentuan yang berada di dalam investasi ini sudah diatur oleh pemerintah serta Manajer Investasi, sehingga pengelolaan dananya akan diatur sesuai dengan ketentuan berlaku.
  6. Pengelolaan dilakukan oleh Manajer Investasi yang sudah terdaftar resmi serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Sehingga investor tidak perlu cemas akan menjadi korban penipuan.
  7. Penyaluran dana memiliki sifat likuid dengan pencairan fleksibel. Pemegang dapat menjual kembali berdasarkan harga NAB atau Nilai Aktiva Bersih di hari yang sama ketika instrumen investasi dibeli.
Baca Juga  Cara Dan Strategi Investasi Emas Atau Logam Mulia Agar Untung Dan Sukses

2. Reksadana Pasar Uang

Selain reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang juga merupakan sarana investasi yang menguntungkan sebagai pilihan.

Dengan memilih investasi ini, investor akan mendapatkan potensi pengembalian sebesar 5 hingga 7 persen per tahun.

Tentu saja, potensi pengembalian di jenis investasi  ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan deposito karena tingkat suku bunga atas investasi tersebut mengikuti pergerakan pasar.

Dalam hal ini, tingkat bunga deposito ditentukan sejak awal investasi.

Selain itu, pendapatan reksa dana tidak dikenakan pajak penghasilan, tidak seperti deposito yang dikenakan pajak.

Manajer investasi nantinya akan menempatkan dana investor di berbagai instrumen pasar uang yang memiliki likuiditas tinggi.

Dana investor akan ditempatkan pada obligasi, sertifikat Bank Indonesia atau SBI untuk deposito.

Diversifikasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko investasi sehingga investor mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Mengetahui pentingnya reksa dana pasar uang, dapat dipahami bahwa jenis investasi ini lebih cocok untuk investasi jangka pendek atau kurang dari satu tahun.

Jika target investasinya adalah dana pensiun, investor bisa memilih saham. Karena pasar uang tidak berkembang secara optimal dalam jangka panjang.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pasar uang merupakan instrumen yang bersifat likuid, sehingga investor dapat menarik asetnya kapan saja tanpa takut akan hukuman.

Tentu saja, fleksibilitas ini memberikan kesempatan kepada investor untuk menarik dana tanpa menunggu pelunasan.

Meskipun menguntungkan, reksa dana pasar uang juga memiliki risiko, seperti:

Salah satu produk pasar uang adalah obligasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Obligasi dapat ditebus tepat waktu atau tidak ditebus.

Investor mungkin mengalami kerugian saat berinvestasi pada instrumen ini, tetapi salah satu solusinya adalah dengan membeli obligasi yang diterbitkan pemerintah, karena obligasi yang diterbitkan pemerintah jauh lebih andal daripada obligasi korporasi.

Baca Juga  5 Hal Yang Harus Dihindari Saat Berinvestasi Emas 

3. Redemption secara besar-besaran

Kerugian juga bisa terjadi jika investor menarik dana dalam jumlah besar. Misalnya, jumlah dana di pasar uang Z mencapai 400 miliar rupiah, sementara investor menarik hingga 300 miliar rupee, yang tentu saja memaksa pasar uang untuk menjual sebelum jatuh tempo.

Seperti yang Anda duga, jika pasar uang dijual sebelum jatuh tempo, tentu akan dijual di bawah harga pasar dan bisa merugikan Anda.

Tips Untung Berinvestasi Reksadana

Padahal, untuk memaksimalkan nilai investasi alat ini di masa pandemi, berikut beberapa hal yang bisa Anda ikuti, seperti:

1. Tetapkan tujuan investasi

Investor biasanya hanya berinvestasi, tetapi tidak mengetahui tujuan investasinya. Tentu saja hal ini dapat mengakibatkan kerugian, karena Anda tidak mengetahui strategi mana yang akan dipilih untuk memaksimalkan keuntungan.

Oleh karena itu, Anda harus menentukan tujuan investasi Anda sejak awal, misalnya investasi jangka pendek ini akan digunakan untuk pesta pernikahan atau untuk membangun bisnis restoran.

Dengan cara ini, Anda dapat menentukan petunjuk untuk membuatnya lebih mudah untuk menghasilkan keuntungan.

Jika Anda menemui kendala di tengah jalan, Anda juga akan lebih mudah menyelesaikannya dan menghindari kerugian.

2. Tenang dan tetap pantau perkembangan

Pandemi memang berdampak pada seluruh sektor investasi, namun jangan buru-buru mengambil keputusan untuk tidak berinvestasi. Lebih baik tetap tenang mengikuti perkembangan di sektor investasi.

Padahal, masa krisis merupakan waktu terbaik bagi investor untuk menanamkan modalnya, karena banyak properti yang memiliki harga beli yang lebih rendah.

Setelah pandemi mulai mereda dan kondisi pasar membaik, Anda akan dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan.

3. Jangan terburu-buru mencairkan dana investasi

Turunnya nilai di puncak pandemi benar-benar menimbulkan kepanikan, sehingga banyak investor yang langsung memberikan dana investasinya, termasuk di instrumen ini, karena takut rugi besar.

Baca Juga  7 Jenis Investasi Jangka Pendek Untuk Pemula ! Cepat Dapat Cuan

Padahal, selama tidak menyalurkan dana atau melakukan pelunasan massal, masih berpotensi rugi. Faktanya, ketika investor menarik dananya, kerugian ini memang terjadi.

Saat ini sudah memasuki new normal, namun tetap di rumah adalah pilihan yang tepat untuk mencegah penyebarannya. Dengan kebiasaan baru ini, semakin banyak penyedia investasi ini dapat diakses secara online, baik dari situs web atau aplikasi.

Anda hanya perlu mendaftarkan akun, lalu top up saldo dan membeli produk untuk mengikuti perkembangan Anda. Anda tidak perlu lagi pergi ke kantor penyelenggara untuk membeli produk.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button