InvestasiInvestasi EmasKeuanganTips & Triks

5 Tips Mengurangi Resiko Investasi Untuk Investor Pemula

Tips Mengurangi Resiko Investasi

Jejaksindo.com 5 Tips Mengurangi Resiko Investasi Untuk Investor Pemula – Segala bentuk investasi tentu memiliki risiko. Risiko investasi ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan seseorang yang sudah berpengalaman dalam berinvestasi pun pasti pernah mengalaminya.

Risiko investasi sebenarnya bisa diminimalisir, tergantung segmen investasi mana yang Anda geluti.

Misalnya, dalam investasi properti, ketika bangunan fisik dapat hancur karena bencana alam seperti gempa bumi, angin topan, dll.

Singkatnya, sebelum memulai sebuah investasi, ada baiknya bagi seorang pemula untuk memahami terlebih dahulu pola dan pola investasi yang ingin Anda lakukan.

Tujuannya adalah untuk menghindari dampak negatif dari risiko investasi.

Dalam artikel kali ini, kami telah merangkum sejumlah tips agar Anda dapat meminimalkan risiko investasi Anda.

Bagaimana Cara mengurangi risiko Investasi ?

Risiko investasi adalah kemungkinan atau kemungkinan kerugian yang terjadi relatif terhadap pengembalian yang diharapkan atas investasi tertentu.

Secara sederhana, risiko investasi adalah dampak dari kegiatan investasi yang sedang berlangsung.

Sebagian besar investor tentunya akan mempertimbangkan terlebih dahulu jenis investasi apa yang akan mereka lakukan.

Hal ini karena risiko investasi merupakan komponen penting dalam menilai prospek investasi.

Biasanya, investor melihat risiko investasi yang lebih kecil sebagai hal yang baik.

Semakin rendah risikonya, semakin menguntungkan investasinya. Namun, aturan praktisnya adalah semakin tinggi risikonya, semakin tinggi pengembaliannya.

Misalnya, risiko berinvestasi saham, misalnya, seorang investor dapat mengalami kerugian modal ketika harga jual lebih rendah dari harga beli.

Faktanya, semua jenis investasi memiliki risiko.

5 Tips Mengurangi Resiko Investasi

Oleh karena itu, sebelum memulai investasi tertentu, Anda sangat disarankan untuk mempelajari cara mengurangi risiko investasi.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko investasi Anda:

Baca Juga  6 Manfaat Investasi Emas Untuk Masa Depan

1. Melakukan Analisis Sebelum Berinvestasi

Sebaiknya investor pemula melakukan riset terlebih dahulu sebelum berinvestasi pada jenis investasi tertentu.

Jika tidak, maka itu bukan menang, tapi kalah.

Analisis sangat diperlukan ketika ingin berinvestasi pada suatu aset (produk investasi).

Jadi fokus Anda bukan hanya mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya.

Misalnya, ketika berinvestasi di saham, investor biasanya melakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum membeli saham dari emiten tertentu.

Tentu saja, tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko investasi.

2. Tetap Tenang Saat Mengambil Keputusan

Ketenangan dan fokus adalah kunci penting untuk mendapatkan keuntungan dari investasi tertentu.

Anda harus memahami cara bermain dan aturannya.

Saat dihadapkan pada risiko investasi, Anda disarankan untuk tetap tenang agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

Jika Anda panik, maka keputusan yang salah bisa membawa kerugian.

3. Sebaiknya Lakukan Investasi Jangka Panjang

Investasi adalah kegiatan menanam modal pada suatu perusahaan atau proyek dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Anda bisa memilih jenis investasi jangka panjang karena memiliki risiko investasi yang relatif lebih kecil.

Contoh investasi jangka panjang antara lain emas, properti, saham blue chip, reksa dana, tabungan waktu, dan lain-lain.

Meskipun investasi jangka panjang memiliki risiko yang relatif lebih rendah, ini tidak berarti bahwa mereka tidak berlaku untuk investasi jangka pendek.

Padahal, langkah ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang masih investor pemula.

4. Kurangi Risiko dengan Diversifikasi

Diversifikasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meminimalkan risiko investasi.

Saat melakukan diversifikasi, Anda dapat membagi dana (modal) Anda ke dalam jenis investasi tertentu.

5. Pakai Uang Dingin dan Gunakan Cut Loss

Menggunakan uang dingin untuk mengelola risiko investasi adalah cara yang cukup efektif. Uang dingin yag dimasksud disini adalah dana yang tidak Anda gunakan dalam waktu dekat atau yang biasa disebut uang senang.

Baca Juga  9 Fitur Tersembunyi Di iPhone

Selain itu, solusi pamungkas ketika berhadapan dengan risiko investasi adalah penerapan pengurangan kerugian. Ini adalah kondisi di mana Anda harus menjual aset investasi.

Meski terdengar berat, langkah ini akan menempatkanmu pada posisi yang cukup aman karena tidak akan memakan korban lagi.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi risiko investasi.

Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, Anda tidak hanya harus mengharapkan pengembalian investasi yang besar, tetapi juga memikirkan risiko investasi.

Mengenal Jenis-jenis Risiko Investasi

Jika dilihat dari bentuk investasinya, risiko investasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis.

Berikut adalah jenis-jenis risiko investasi:

1. Risiko Pasar

Risiko pasar adalah kemungkinan bahwa investor akan mengalami kerugian karena faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keseluruhan investasi di pasar keuangan.

Faktor-faktor tersebut antara lain perubahan suku bunga dan nilai tukar mata uang asing, tingkat inflasi, ketidakstabilan politik, dan sebagainya.

Pandemi Covid-19 misalnya, menjadi salah satu penyebab segala macam risiko investasi.

Bahkan pandemi Covid-19 telah mempengaruhi banyak aktivitas investasi dalam perekonomian internasional.

2. Risiko Keuangan dan Bisnis

Sementara itu, risiko bisnis mengukur apakah perusahaan dapat menghasilkan pendapatan yang cukup dari operasinya untuk menutupi semua pengeluarannya.

Menurut HBSC, untuk mengurangi dua risiko investasi ini, sebagai investor Anda dapat mendiversifikasi aset investasi Anda ke area lain.

Ini adalah pembahasan tentang risiko investasi. Saat mulai berinvestasi, tidak mungkin hanya menghasilkan keuntungan saja tanpa adanya risiko.

Jadi pahami betul model investasi yang sedang Anda kerjakan agar hasilnya optimal.

Daftar isi Artikel

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button