InvestasiKeuangan

Perbedaan Investasi Syariah dan Investasi Biasa

Perbedaan Investasi Syariah dan Investasi Biasa

Jejak SindoPerbedaan Investasi Syariah dan Investasi Biasa Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia telah lama gencar mempraktikkan model ekonomi syariah. Berawal dari peluncuran perbankan syariah, kini semakin banyak kegiatan syariah dengan label yang sama.

Investasi syariah adalah investasi yang dilakukan atas dasar syariat Islam, dimana sektor pasar modal ditujukan untuk mempermainkan produk-produk halal.

Dengan demikian, dana investor tidak ditempatkan pada perusahaan yang menjual makanan tidak halal, alkohol, rokok, dan sejenisnya.

Investasi syariah merupakan salah satu jenis investasi yang dapat dipilih oleh investor, baik pemula maupun profesional. Namun, dibandingkan dengan investasi konvensional, investasi syariah masih belum banyak peminatnya.

Padahal, dari sisi return, investasi syariah sama baiknya dengan investasi pada umumnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain karena investasi syariah dapat memberikan dana yang menjanjikan, juga “lebih aman” untuk dipraktikkan. Hal ini disebabkan aturan dan praktik investasi telah disesuaikan dengan ajaran dan ketentuan agama Islam. Dengan demikian, dipastikan entitas investasi syariah tidak akan bertentangan dengan ajaran agama ini.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk terjun ke dunia investasi syariah, Anda perlu memahami terlebih dahulu cara kerjanya.

Beberapa di antaranya juga dapat dilakukan dengan anggaran minimal $1 juta. Untuk melakukannya, simak penjelasan investasi syariah dan jenis investasi yang bisa Anda pilih di bawah ini.

Bagaimana Cara Kerja Investasi Syariah?

Sebagian masyarakat atau bahkan banyak investor mungkin belum mengetahui tentang investasi bertanda syariah ini. Nah, untuk memahami investasi syariah, hal ini bisa dilakukan dengan terlebih dahulu memahami arti kata investasi dan syariah.

Dalam KBBI, kata “investasi” berarti memasukkan uang atau modal ke dalam suatu perusahaan atau proyek dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Jadi, dengan berinvestasi, seseorang secara pasif dapat meningkatkan pendapatannya.

Adapun Syariah, arti kata ini adalah hukum yang ada dalam Islam. Hukum syariah mencakup aturan dalam kehidupan seseorang. Hukum mencakup hubungan antara manusia, manusia dan Tuhan, dan manusia dengan alam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan investasi syariah adalah kegiatan mencari keuntungan tanpa harus melanggar aturan-aturan syariat Islam yang ada.

Baca Juga  6 Manfaat Investasi Emas Untuk Masa Depan

Jadi, semua pekerjaan investasi Syariah dan tindakannya berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits. Tujuannya tentu saja agar investor tidak mendapat dosa dan tidak melanggar aturan Islam.

Manfaat Investasi Syariah

Berbeda dengan investasi konvensional, investasi syariah tentunya memiliki berbagai keuntungan yang bisa didapatkan oleh para pelaku kejahatan.

Tentu saja manfaat dari berinvestasi menurut syariah adalah dapat memperoleh manfaat dari kegiatan investasi, namun sekaligus mentaati aturan agama dan tidak melakukan dosa.

Dibandingkan dengan investasi biasa, kelebihan investasi syariah:

  • Para investor ini dapat meningkatkan kekayaan mereka tanpa melampaui hukum Islam. Investasi syariah tidak hanya meningkatkan kekayaan duniawi, tetapi juga mencegah investor melakukan hal-hal yang mungkin maksiat.
  • Kegiatannya halal dan tidak melanggar hukum agama Islam. Alasannya, keuntungan ini bukan berasal dari riba.
  • Hidup di masa depan yang cerah. Seperti halnya kegiatan investasi pada umumnya, hasil investasi syariah juga akan digunakan di masa yang akan datang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Ketika kegiatan investasi syariah dilakukan secara rutin dan konsisten, hasilnya juga akan lebih melimpah di masa mendatang. Dengan demikian, kehidupan di masa depan akan lebih aman.

Perbedaan Investasi Syariah dan Investasi Biasa

Meski memiliki nama yang sama, investasi syariah dan investasi biasa memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan keduanya memang tidak terlalu signifikan, namun bisa menjadi alasan bagi investor untuk memilih jenis investasi yang akan dilakukan.

1.Perbedaan pertama terletak pada tujuan berinvestasi. Dalam investasi biasa, tujuan investasi hanya untuk menghasilkan keuntungan, passive income dan menambah aset yang bisa digunakan nantinya.

Sedangkan dalam investasi syariah, selain untuk mendapatkan keuntungan dan dapat digunakan di masa depan, tujuannya lebih terkait dengan aspek sosial. Keuntungan yang diperoleh dari investasi Syariah tidak sepenuhnya dikembalikan kepada investor atau pemegang saham mereka.

Sebaliknya, ada sebagian dari keuntungan yang akan digunakan untuk amal dan membantu orang lain. Dengan kata lain, investasi syariah juga dapat bermanfaat sebagai ladang amal dan memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan.

Baca Juga  Jenis Asuransi Dalam Investasi Reksadana

2. Perbedaan  investasi syariah dengan investasi biasa , semua pihak yang terlibat dalam investasi terlebih dahulu mengadakan akad atau perjanjian. Kegiatan kontraktual ini sama seperti ketika melakukan kerjasama bisnis, jual beli, sewa menyewa, dll.

Tujuan dari kontrak ini adalah untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat tidak merasa dirugikan. Dengan demikian, terlihat bahwa investasi syariah memiliki aturan yang lebih ketat daripada investasi konvensional yang terkesan lebih sederhana tanpa perlu adanya akad atau kesepakatan.

3. Perbedaan terakhir adalah produk atau kendaraan investasi yang lebih terbatas. Hal ini karena investasi syariah hanya memperbolehkan investor untuk membeli produk investasi yang sesuai dengan syariat agama.

Beberapa produk investasi yang biasa digunakan oleh investor syariah adalah saham, reksa dana, emas, dan obligasi.

Terlepas dari sarana investasi tersebut, tentu saja tidak termasuk dalam investasi syariah. Dengan demikian, produk-produk investasi seperti deposito, sukuk, hak, waran dan lain-lain, dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam.

4 Produk Investasi Syariah Pilihan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, investasi syariah memiliki 4 produk investasi yang bisa dipilih. Produk investasi adalah:

1. Saham syariah

Dalam investasi syariah, saham merupakan salah satu instrumen yang paling diminati investor. Mulai 1 Desember 2018, sedikitnya 407 saham tercatat pada efek ISSI atau Indeks Saham Syariah Indonesia dan dapat dipilih oleh Investor Ekuitas Syariah. Ada juga harga hanya 60 rupiah per lembar.

Namun, apa dasar keputusan bahwa semua saham tersebut dapat dikaitkan dengan saham Syariah? Tidak ada keraguan bahwa saham dari perusahaan yang dipilih melakukan kegiatan komersial sesuai dengan hukum Islam. Dengan demikian, saham bank biasa, alkohol, rokok, dan hotel dikeluarkan dari daftar bursa.

2. Reksa Dana Syariah

Bagi investor pemula, reksa dana tentu bisa menjadi pilihan yang tepat. Nah, produk reksa dana yang bisa dipilih dalam investasi syariah ini cukup banyak dan beragam. Seperti pasar uang, saham, pendapatan tetap hingga mix termasuk dalam reksa dana syariah ini.

Cara kerja reksa dana juga agak berbeda dengan investasi biasa. Ada fungsi atau proses pembersihan dimana pendapatan reksa dana yang tidak sesuai dengan hukum Islam akan dihapus. Pendapatan yang “dibuang” akan digunakan untuk kegiatan sosial dan amal.

Baca Juga  7 Asuransi Pendidikan Terbaik Untuk Masa Depan Anak

Lalu jenis pendapatan apa yang akan dibersihkan? Tentu saja ini adalah penyetoran dana di bank kustodian karena keterlambatan manajer investasi dalam menginvestasikan dananya.

Fungsi pembersihan ini harus dimiliki oleh investor syariah karena tidak ada bank kustodian yang menerapkan sistem syariah. Dengan demikian, bunga akan dikenakan atas dana yang diinvestasikan dari bank yang jelas-jelas melanggar aturan Islam.

3. Emas Syariah

Emas termasuk produk investasi syariah karena banyak bank syariah yang menawarkan instrumen ini dengan cara mencicil. Dengan harga yang belum mencapai 1 juta per gram, emas masih tersedia bagi investor dari kelas ekonomi menengah ke bawah.

Risikonya yang minim dan kemampuannya untuk digunakan sebagai mata uang dengan nilai tukar yang stabil membuat emas cukup aman untuk digunakan sebagai sarana investasi syariah. Bagi yang masih ragu dalam memilih produk investasi syariah, emas selalu bisa dijadikan alternatif.

4. Obligasi syariah

Banyak yang menganggap obligasi ini sebagai produk investasi paling aman. Pasalnya, keuntungan yang bisa diperoleh investor dijamin oleh negara. Kini, dalam investasi Syariah, pemesanan obligasi ini bisa dilakukan di hampir semua bank bertanda Syariah.

Pada saat yang sama, urutan obligasi ini akan dimulai dengan akad Ijarah. Untuk modal awal, obligasi atau obligasi pemerintah ini bisa dibeli dengan harga minimal Rp 1 juta. Dengan jaminan imbal hasil 7 hingga 8 persen, obligasi syariah jelas merupakan pilihan yang mudah bagi investor pemula.

Sebagian orang masih menganggap cara kerja investasi melanggar aturan agama. Dengan investasi syariah ini, pemikiran tersebut tentu saja terbantahkan dan tidak ada lagi alasan untuk ragu untuk berinvestasi.Jadi, agar tidak menjadi sumber dosa, coba pelajari cara berinvestasi syariah ini agar masa depan lebih terjamin.

Pencarian Terkait

Related Articles

Back to top button